Bidang Pelayanan Kemetrologian

Kepala Bidang Pelayanan Kemetrologian mempunyai tugas pokok dalam  melaksanakan teknis operasional di bidang Pelayanan Kemetrologian .

Adapun uraian tugas Kepala Bidang Pelayanan Kemetrologian  sebagai berikut :

  1. Menyusun rencana teknis operasional bidang pelayanan Kemetrologian ;
  2. Menyiapkan bahan dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional Bidang Pelayana Kemetrologian ;
  3. Pemantauan, Pengawasan, Monitoring, Evaluasi dan pelaporan Bidang Pelayanan Kemetrologian ;
  4. Menyiapkan norma, standart, prosedur dan kreteria di Bidang Pelayanan Kemetrologian :
  5. Melakukan Koordinasi dengan instansi lain dalam rangka pelaksanaan penataan, pembinaan, pengembangan Bidang Pelayanan Kemetrologian ;
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya di Bidang Pelayanan Kemetrologian yang ditugaskan oleh Kepala Dinas ;

Bidang Pelayan Kemetrologian, membawahi :

  1. Seksi Pelayanan Tera-tera ulang ;
  2. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian ;
  3. Seksi Pengawasan Kemetrologian :

Masing-masing Kepala Seksi bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Kemetrologian  ;

  1. Kepala Seksi Pelayanan Tera – Tera Ulang mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis operasional pelaksanaan tugas lingkup Pelayanan Tera – Tera Ulang .
    Adapun uraian tugas Kepala Seksi Tera – tera Ulang sebagai berikutnya : 

    1. Menyusun program kerja pada seksi Pelayanan Tera Tera Ulang ;

    2. Mengumpul dan mengolah bahan- bahan perumusan kebijakan teknis Seksi Tera tera Ulang ;

    3. Penyiapkan perumusan teknis Pelayanan Seksi Pelayanan Tera Tera Ulang

    4. Menyiapkan penyusunan norma, standart, prosedur dan kreteria Seksi Pelayanan Tera tera Ulang ;

    5. Menyiapkan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis Seksi Pelayanan Tera tera Ulang ;

    6. Menyelesaikan pengaduan/Komplain yang diajukan wajib tera/pemilik UTTP dan koordinasi dangan yang terkait Seksi Pelayanan Tera tera Ulang

    7. Menyiapkan Evaluasi dan pelaporan seksi Pelayanan Tera tera Ulang

    8. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan Kepala Bidang Pelayan Kemetrologian ;
  2. Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis operasional pelaksanaan tugas Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian.
    Adapun uraian tugas Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian   sebagai berikutnya : 

    1. Menyusun Program kerja pada seksi pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian ;
    2. Mengumpul dan mengolah bahan-bahan perumusan seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian ;
    3. Merencanakan dan Menyiapan peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Penera dan Sumber Daya Manusia penunjang lainnya pada seksi pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian ;
    4. Penyiapan penyusunan norma, standart, prosedur dan kreteria seksi pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian ;
    5. Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis / penyuluhan seksi pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologia ;
    6. Penyiapan evaluasi dan pelaporan seksi Pengembangan SDM Kemetrologian ;
    7. Pelaksanaan tugas lainnya di Bidang Pelayanan Kemetrologian ;
  3. Kepala Seksi Pengawasan Kemetrologian mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis Pengawasan Kemetrologian.

    Adapun uraian tugas Seksi Pengawasan Kemetrologian sebagai berikut :

    1. Menyusun Program Kerja pada Seksi Pengawasan Kemetrologian;
    2. Mengumpul dan mengolah bahan- bahan Seksi Pengawasan Kemetrologian ;
    3. Penyiapan Perumusan seksi Pengawasan Kemetrologian ;
    4. Melakukan pengawasan terhadap UTTP, BDKT dan satuan ukuran pada Seksi Pengawasan Kemetrologian ;
    5. Penyiapan penyusun norma, standart, prosedur dan kreteria seksi Pengawasan Kemetrologian ;
    6. Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dibidang Pengawasan Kemetrologian;
    7. Penyiapan Evaluasi dan Pelaporan di Seksi Pengawasan Kemetrologian ;

Salah satu tujuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal adalah untuk melindungi kepentingan umum melalui jaminan kebenaran pengukuran dan adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran, dan Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP). Dalam ketentuan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, mengamanatkan pengaturan UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang, dibebaskan dari tera atau tera ulang, atau dari kedua-duanya, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Dalam melaksanakan amanat tersebut di atas, telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan Untuk Ditera dan atau Ditera Ulang Serta Syarat-syarat Bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya. Adapun UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang adalah UTTP yang dipakai untuk keperluan menentukan hasil pengukuran, penakaran, atau penimbangan untuk kepentingan umum, usaha, menyerahkan atau menerima barang, menentukan pungutan atau upah, menentukan produk akhir dalam perusahaan, dan melaksanakan peraturan perundang-undangan. Untuk menjamin kebenaran hasil pengukuran dimaksud dan dalam upaya menciptakan kepastian hukum, maka terhadap setiap UTTP wajib dilakukan tera dan tera ulang yang berpedoman pada syarat teknis UTTP.

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu disusun syarat teknis UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang yang merupakan pedoman bagi petugas dalam melaksanakan kegiatan tera dan tera ulang serta pengawasan UTTP.

Dalam syarat teknis ini yang dimaksud dengan:

  • Timbangan otomatis adalah timbangan yang proses bekerjanya secara otomatis, tidak memerlukan campur tangan operator dan mengikuti program otomatis dari alat timbang/machine yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Timbangan otomatis dengan penjumlahan kontinyu adalah timbangan yang menimbang barang dalam jumlah besar pada ban berjalan secara otomatis dan kontinyu.
  • Peralatan elektronik adalah peralatan yang dilengkapi dengan alat-alat elektronik.
  • Metode kontrol adalah metode yang digunakan untuk menentukan massa barang dengan menggunakan barang ukur sebagai muatan uji.
  • Penerima muatan adalah bagian dari timbangan untuk menerima muatan.
  • Meja timbang adalah penerima muatan yang termasuk bagian dari pengangkut.
  • Penerima muatan sebagai pengangkut adalah penerima muatan yang meliputi seluruh pengangkut.
  • Ban berjalan adalah bagian timbangan (berupa ban) yang mengangkut barang dan disangga oleh silinder penyangga yang berputar pada porosnya.
  • Silinder pengangkut (carrying rollers) adalah silinder penyangga ban berjalan dan terpasang pada kerangka yang tetap.
  • Silinder penimbang (weighing rollers) adalah silinder penyangga ban berjalan dan terpasang pada unit penimbang.
  • Perlengkapan elektronik adalah alat yang bekerjanya secara elektronik dan mempunyai fungsi tersendiri. Perlengkapan elektronik biasanya diproduksi sebagai unit terpisah dan dapat diuji secara terpisah. (catatan: perlengkapan elektronik seperti terdefinisi di atas bisa berupa timbangan lengkap, contoh: counter scale atau bagian timbangan, contoh: printer, indicator).
  • Bagian elektronik adalah bagian dari perlengkapan elektronik yang menggunakan komponen elektronik dan berfungsi sesuai dengan fungsinya.
  • Unit penimbang adalah bagian dari timbangan yang memberikan informasi tentang massa muatan yang ditimbang.
  • Perlengkapan pemindah (displacement transducer) adalah alat yang memberikan informasi baik yang berkenaan dengan perubahan panjang ban tertentu maupun kecepatan ban.
  • Alat sensor (displacement sensing device) adalah bagian dari perlengkapan pemindah yang berhubungan (kontak) tetap dengan ban yang berfungsi sebagai sensor.
  • Alat penghitung jumlah adalah alat yang melakukan penambahan muatan atau perkalian muatan persatuan panjang dengan kecepatan ban berjalan berdasarkan informasi yang diberikan oleh unit penimbang dan perlengkapan pemindah.
  • Alat penunjuk jumlah adalah alat yang menerima data dari alat penghitung jumlah dan menunjukkan massa muatan yang diangkut.
  • Totalisator adalah alat yang menunjukkan jumlah keseluruhan massa muatan yang diangkut.
  • Sub totalisator adalah alat yang menunjukkan massa muatan yang diangkut dalam jangka waktu tertentu.
  • Alat penunjuk penjumlah tambahan adalah alat penunjuk dengan nilai skala yang lebih besar daripada nilai skala totalisator dan dimaksudkan untuk menunjukkan massa dari muatan yang diangkut selama waktu penimbang yang cukup lama.
  • Alat penyetel nol adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan kedudukan nol sesudah berjalan menjalani sejumlah putaran penuh dalam keadaan ban berjalan tak bermuatan.
  • Alat penyetel nol tidak otomatis adalah alat penyetel nol yang pengamatan dan pengaturannya dilakukan langsung oleh operator.
  • Alat penyetel nol semi otomatis adalah alat penyetel nol yang bekerja secara otomatis berdasarkan pengaturan operator.
  • Alat penyetel nol otomatis adalah alat penyetel nol yang bekerja secara otomatis tanpa campur tangan operator.
  • Alat pencetak adalah alat untuk melakukan pencetakan dalam satuan
  • Alat penunjukan sesaat adalah alat yang menunjukkan presentase dari kapasitas maksimum (Max) atau massa muatan yang bekerja pada unit penimbang pada saat tertentu.
  • Alat penunjuk kecepatan alir adalah alat yang menunjukkan kecepatan alir sesaat, baik sebagai massa barang yang diangkut per satuan waktu maupun sebagai presentase dari kecepatan alir maksimum.
  • Alat pengatur kecepatan alir adalah alat untuk menjamin kecepatan alir yang telah diprogram.
  • Alat penyeleksi adalah alat yang digunakan untuk menyetel jumlah muatan yang dikehendaki.
  • Alat simulasi pengganti adalah alat yang digunakan dalam pengujian simulasi terhadap timbangan yang tanpa pengangkutnya dan dimaksudkan sebagai tiruan pengganti ban yang menggerakan perlengkapan pemindah.
  • Nilai skala penjumlah (d) adalah nilai yang dinyatakan dalam satuan massa dari perbedaan antara dua nilai yang ditunjukkan berurutan.
  • Nilai skala untuk pengujian adalah nilai yang dinyatakan dalam satuan massa dari perbedaan antara dua nilai yang ditunjukkan berurutan, dengan timbangan dalam penggunaan khusus untuk maksud pengujian. Bilamana penggunaan khusus demikian tidak ada, maka nilai skala untuk pengujian sama dengan nilai skala penjumlahan.
  • Panjang daerah penimbang (weigh length = L) adalah jarak antara dua garis imajiner dari setengah jarak antara sumbu-sumbu bagian terakhir silinder penimbang dengan sumbu-sumbu silinder pengangkut terdekatnya. Jika hanya ada satu silinder penimbang, maka daerah penimbang sama dengan setengah jarak antara sumbu silinder penimbang dengan sumbu silinder pengangkut terdekat sebelumnya ditambah dengan setengah jarak antara sumbu silinder penimbang dengan silinder pengangkut terdekat sesudahnya.
  • Putaran penimbang (weighing cycle) adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan setiap akhir penambahan informasi dan alat penghitung jumlah kembali ke posisi semula.
  • Kapasitas maksimum (Max) adalah muatan bersih maksimum sesaat pada bagian ban berjalan yang mampu ditimbang unit penimbang sebatas panjang daerah penimbangnya.
  • Kecepatan alir maksimum (Qmax) adalah kecepatan alir yang diperoleh dari perkalian kapasitas maksimum unit penimbang dengan kecepatan ban maksimum.
  • Kecepatan alir minimum (Qmin) adalah kecepatan alir yang diperoleh sesuai dengan persyaratan dalam ketentuan.
  • Jumlah muatan minimum (Σmin) adalah kuantitas dalam satuan massa, yang apabila menimbang di bawah jumlah tersebut cenderung mempunyai kesalahan relatif besar.
  • Muatan maksimum per satuan panjang ban adalah kapasitas maksimum unit penimbang dibagi panjang daerah penimbangan.

 

  • Nilai control adalah nilai dalam satuan massa yang ditunjuk oleh alat penunjuk jumlah bila pada penerima muatan diletakkan sejumlah massa yang diketahui dan ban berjalan berputar sejumlah putaran sempurna dalam keadaan tanpa muatan.
  • Waktu pemanasan adalah waktu antara saat timbangan dijalankan (power on) dan saat timbangan mampu berfungsi sesuai persyaratan.
  • Kesalahan penunjukan adalah nilai dalam satuan massa, yaitu perbedaan antara dua pembacaan dari alat penunjuk jumlah pada timbangan dikurangi nilai yang sebenarnya.
  • Kesalahan hakiki adalah kesalahan timbangan yang ditentukan dalam kondisi referensi.
  • Kesalahan hakiki awal adalah kesalahan hakiki timbangan sebagaimana ditentukan sebelumnya/di atas untuk kinerja dan evaluasi ketahanan.
  • Penyimpangan kesalahan adalah perbedaan antara kesalahan penunjukan dan kesalahan hakiki timbangan.
  • Penyimpangan yang berarti adalah penyimpangan yang lebih besar daripada nilai absolut kesalahan maksimum yang diizinkan terhadap pengujian dengan faktor berpengaruh muatan yang sama dengan jumlah muatan minimum (Σmin) bagi kelas timbangan yang dimaksud.
  • Besaran yang berpengaruh adalah besaran yang bukan besaran ukur tetapi mempengaruhi hasil pengukuran atau hasil penunjukan timbangan.
  • Faktor yang berpengaruh adalah besaran yang berpengaruh yang mempunyai nilai diantara kondisi kerja timbangan.
  • Gangguan adalah besaran yang berpengaruh yang mempunyai nilai batasbatas yang ditentukan dalam syarat teknis ini tetapi di luar harga kondisi kerja timbangan.
  • Faktor yang berpengaruh adalah besaran yang berpengaruh yang mempunyai nilai diantara kondisi kerja timbangan.
  • Kondisi pemakaian adalah kondisi yang memberikan daerah ukur besaran ukur dan besaran berpengaruh dimana karakteristik metrologisnya dimaksudkan berada dalam batas kesalahan maksimum yang diizinkan sebagaimana ditentukan dalam syarat teknis ini.
  • Kondisi referensi adalah beberapa nilai tertentu dari faktor-faktor berpengaruh yang ditentukan untuk menjamin interkomparasi hasil-hasil pengukuran.
  • Pengujian dengan material adalah pengujian yang dilakukan pada timbangan ban berjalan dengan menggunakan jenis material ukurnya.
  • Pengujian simulasi adalah pengujian yang dilakukan dengan menggunakan anak timbangan standar atau rantai uji sebagai standar pada suatu unit penguji yang terdiri dari timbangan tanpa pengangkut atau dengan pengangkut.
  • Kinerja adalah pengujian untuk memeriksa kemampuan alat yang diuji sesuai fungsinya.
  • Uji ketahanan adalah pengujian untuk memeriksa kemampuan alat yang diuji untuk mempertahankan karakteristik kerjanya selama penggunaan.

 

Standar Pelayanan Pada Bidang Kemetrologian :